Menangani Error 500 Internal Server Error Pada Website

Mungkin kita pernah mengalami error yang satu ini. Error ini yang paling sering ditemui dalam mengelola suatu website tapi jangan panik dulu. Sebab server anda sedang memberitahukan bahwa ada yang salah ketika server berusaha untuk menghandle request anda. Mungkin kita bertanya apa yang salah?

Bagi Anda yang menggunakan cPanel, error ini bisa lebih mudah diidentifikasi sebab di dalam cpanel sudah tersedia menu “Error Logs”. Pada menu tersebut, anda akan menemukan bagian apa yang hilang / rusak pada script website anda dan menyebabkan munculnya error 500 Internal Server Error.

Ada 5 macam kesalahan yang biasa muncul :
1. Error 400 : Error ini disebabkan karena kesalahan syntax
2. Error 401 : Error ini disebabkan karena file yang Anda request memerlukan authentication
3. Error 403 : Error ini disebabkan karena permission file /chmod yang Anda buka tidak bisa dibaca
4. Error 404 : Error ini disebabkan karena file / halaman web yang Anda buka tidak ditemukan
5. Error 500 : Error ini mengindikasikan bahwa terjadi masalah pada server. Sebagian besar disebabkan karena kesalahan penulisan pada .htaccss

Bagaimana Memperbaikinya?

Seperti yang sudah kita ketahui, Server Error 500 Internal adalah kesalahan server-side, yang berarti masalah tersebut mungkin tidak dengan komputer atau koneksi internet tetapi masalah dengan server situs Web.
Jika Error 500 terjadi pada web Anda, maka lakukan langkah-langkah berikut ini untuk menganalisa dan memperbaikinya :

1. Refresh, Clear Cache & Cookies Browser
Langkah awal yang sederhana adalah merefresh halaman web Anda ( tekan f5 ), mugkin konfigurasi pada saat Anda melakukan upload belum tersimpan sempurna. Jika masih mncul pesan tersebut, cobalah untuk membersihkan cache & cookies browser Anda, semoga pesan error tersebut tidak muncul lagi.

2. Cek File .htaccess

Jika langkah pertama telah dilakukan tapi masih muncul pesan error, coba cek file .htaccess Anda. Mungkin terdapat kesalahan rule disana, coba rename file .htaccess dan ganti extensions menjadi .txt. lalu coba refresh kembali web Anda.

3. Nonaktifkan Plugin yang Digunakan

Plugin sebaiknya dinon-aktifkan terlebih dahulu untuk investigasi, mungkin dengan diinstall-nya banyak plugin terutama yang membutuhkan query MySQL tidak dapat bekerja dengan benar. Jadi mulailah selektif memilih plugins.

4. PHP Memory Limit

Jika ketiga cara diatas tidak membuat perubahan pesan error, silakan Anda meminta bantuan teknis hosting Anda. Apakah hal ini disebabkan oleh keterbatasan proses eksekusi PHP?

PHP memory limit adalah batas penggunaan memory untuk menjalankan PHP Anda. Jadi semakin kecil memory yang diizinkan hosting provider Anda, semakin besar pula terjadinya 500 internal server error lantaran website Anda yang pasti dinamis. Kecilnya batas PHP memory di hosting provider Anda, tidak sebanding dengan CMS yang Anda gunakan, plus themes yang berat, ditambah pula dengan plugins yang belum tentu kejelasan penggunaannya. Server manapun akan “lelah” juga untuk melayani permintaan akses terhadap web Anda.

5. Hosting Anda

Langkah terakhir adalah silahkan hubungin server hosting Anda. Beberapa server memang terkadang terlalu sibuk untuk melayani permintaan yang terlalu banyak. Mintalah bantuan hosting provider Anda untuk mengatasi pesan error ini yang penanganannya diluar jangkauan Anda

Cara terbaik untuk menemukan informasi kontak untuk situs web adalah melalui pencarian WHOIS, menggunakan nama domain (misalnya facebook.com) sebagai istilah pencarian Anda. Jika solusi di atas belum juga membantu, coba anda buka file error_log di hostingan, coba periksa kesalahan yang terjadi dan temukan solusinya. namun jika terlalu sulit, barulah anda minta pertolongan kepada customerserver tempat anda
menyewa hosting.

sign up to our newsletter no spam, ever.promise.